Parodi Seorang Ayah

17 Januari 2010

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya.. akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya. Lalu bagaimana dengan Papa? Baca entri selengkapnya »


Kisah Si Cangkir Tanah Liat

11 Agustus 2009

Suatu sore yang indah, sepasang Kakek dan Nenek sedang mengunjungi sebuah Toko untuk membeli hadiah yang akan diberikan saat Ulang Tahun Cucunya. Keduanya tengah memilih barang yang akan dibeli, tiba-tiba mata keduanya terpaku pada sebuah Cangkir yang terbuat dari Tanah Liat. “Indah sekali cangkir itu Kek” sang nenek berkata pada kakek karena takjub melihat keindahan cangkir itu. “Iya nek, indah, indah sekali, bahkan sangat indah” kembali sang kakek memuji cangkir itu.
Lalu Sang Cangkir pun berkata, “ Ya… saat ini saya memang terlihat indah sekali… tapi tahukah kalian siapa aku sebelum aku berada di tempat ini? Dulu aku hanya seonggok tanah liat ditepi kali, kotor, hitam dan berbau, tak ada seorang pun yang peduli denganku sampai suatu saat ada yang mengambilku dan membawa pulang kerumahnya.
Di rumah orang tersebut, aku dipukul-pukul, dirobek-robek, dibanting, diputar-putar, disksa, sampai aku berteriak kesakitan namun orang tersebut tidak peduli dengan teriakanku. Tak berhenti sampai disitu, akupun dijemur diterik matahari lalu dibakar dalam api yang sangat panas sekali, saat itu aku menangis meratap-ratap. Keesokan harinya aku diangkat dari tempat pembakaran oleh orang tersebut, aku dibersihkan dari sisa-sisa abu yang menempel, tubuhku hitam sekali sat itu. Orang tersebut mengoleskan kuas ditubuhku, dingin dan lengket serta bau sekali yang dioleskan pada tubuhku, lalu akupun kembali dijemur dibawah terik matahari hingga sore hari.
Saat sore itu aku diangkat dan dipindahkan kedalam ruangan yang sejuk, aku diletakan disebuah etalase kaca yang sangat bersih dan wangi. Ketika orang tersebut meninggalkanku aku melihat diriku dikaca etalase tersebut, aku sangat kaget, aku terlihat begitu indah, aku telah menjadi sebuah cangkir yang sangat indah, aku telah menjadi pusat perhatian dan selalu dipuji orang. Sehingga aku lupa atas penderitaanku selama ini, terbayar sudah kesakitanku selama ini, ternyata setelah melewati penyiksaan panjang itu, aku kini menjadi sesuatu yang sangat berharga, sesuatu yang sangat indah yang saat ini dapat kakek dan nenek saksikan”.
Setelah mendengar cerita Sang Cangkir, kakek dan nenek itupun membeli cangkir tersebut walaupun dengan harga mahal. Cangkir tersebut diberikan pada cucunya sebagai hadiah ulang tahun.

Pesan dari cerita tersebut: Kita selalu berkeluh kesah atas apa yang terjadi pada kita, atas ujian yang tuhan berikan pada kita, atas kesakitan kita, atas selururh derita kita, bahkan kita marah-marah pada Tuhan, padahal kita tak tahu pasti apa yang Tuhan lakukan pada kita. Dibalik kesusahan kita, dibalik ujian kita, ternyata Tuhan telah menyiapkan sesuatu yang sangat indah untuk kita, sehingga kita memiliki derajat yang lebih tinggi dari yang sebelumnya, kita menjadi lebih berharga dari sebelumnya. Seperti seonggok tanah liat yang telah berubah menjadi sebuah cangkir yang sangat indah.


Florence Nightingale (The Lady with the Lamp)

17 Maret 2009

florence-nightingale-sewaktu-mudaFlorence Nightingale, Lahir: 12 Mei 1820, (1820-05-12)Florence, Grand Duchy of Tuscany. Wafat: 13 Agustus 1910, Park Lane, London, UK. Profesi: Nurse dan  Statistician. Institutsi: Selimiye Barracks, Scutari. Keahlian Khusus: Hospital hygiene and sanitation. Dikenal sebagai orang yang mempelopori keperawatan modern. Selengkapnya


Rufaidah Al-Asalmiya (570 – 632 M), perawat muslim pertama di dunia

17 Maret 2009

Sejarah perawat didunia muslim, Rufaidah Al-Asalmiya memiliki nama lengkap Rufaidah Binti Sa’ad Al-Bani Aslam Al-Khazraj. Ia lahir di Yatrhrib, Madinah pada tahun 570 M dan wafat pada tahun 632 M. Rufaidah hidup pada masa Rasulullah SAW pada abad pertama Hijriah atau abad ke-8 Masehi. Ia termasuk golongan kaum Anshor (Golongan pertama yang menganut agama Islam di Madinah). Ayah Rufaidah adalah seorang dokter, Rufaidah mempelajari ilmu keperawatan saat ia bekerja membantu ayahnya. Saat kota madinah berkembang, ia mengabdikan diri merawat kaum muslimin yang sakit. Baca selanjutnya


Pulang

11 Maret 2009

Setelah empat tahun kuliah dikota, tokoh utama dalam cerpen ini memutuskan untuk pulang dulu kerumah orang tuanya di pulau sumatra. Dalam kepulangannya, banyak yang dia alami, apa sajakah pengalaman saat ia pulang. Baca selengkapnya


Hujan

11 Maret 2009

Sebuah cerpen berjudul hujan, mengkisahkan seorang wanita yang jatuh cinta disaat hujan, namun karena sesuatu hal, cintanya berakhir, dan berakhirnya cinta karena…. Mau tau lanjutannya, Baca cerita lengkapnya…


Emansipasi Cinta

11 Maret 2009

Mau tahu seperti apa emansipasi di dunia cinta? Cerpen dengan tokoh utama kartini ini mengungkapkan seperti apa emansipasi cinta. penasaran? Baca Selanjutnya…